6 Aplikasi Populer di 2020, dari Video hingga Pelacak Covid-19 : Okezone techno

6 Pelaksanaan Populer di 2020, dari Video hingga Pelacak Corona : Okezone techno

JAKARTA - 2020 menjadi tahun ketika orang-orang di segala dunia dipaksa menemukan cara baru untuk terhubung karena pandemi Covid-19. Hal itu kelihatan dari aplikasi yang menjadi tren pada tahun ini.

Toko aplikasi pada dua sistem operasi perangkat keras yang banyak diadopsi, yakni App Store punya Apple dan Play Store milk Google, awal bulan ini telah mengungkap serangkaian aplikasi terbaik versi masing-masing.

Apple memahkotai platform konferensi video Zoom sebagai aplikasi iPhone teratas dan game Among Us sebagai aplikasi game teratas. Sementara, aplikasi pemantau waktu Tidak bisa tidur Loona menjadi aplikasi terbaik dan Genshin Impact sebagai game terbaik yang dipilih Google.

 Baca Juga: Zoom Akan Tambah Durasi Pertemuan Gratis Jadi Lebih dari 40 Menit

Sementara itu, Antara melihat lima kategori aplikasi yang menjadi populer tahun ini. Sebagian Otak besar aplikasi muncul dan semakin populer karena pandemi, misalnya aplikasi pemantau penyebaran virus corona dan aplikasi telemedisin.

 Baca Juga: Aplikasi Lacak COVID-19 PeduliLindungi Bisa Diunduh Melalui Play Store

Tidak hanya itu, pandemi yang membuat orang bagi bekerja dan belajar dari rumah juga membuat platform panggilan video dan edukasi melejit tahun ini. Demikian pula Berhubungan dengan platform hiburan, mulai dari game, streaming dan berbagi video yang kian menjadi andalan kala harus di Rongga di bawah rumah saja untuk memutus penyebaran virus corona.

Berikut deretan aplikasi populer 2020 versi Antara.

1. Pelaksanaan Pelacak Virus Covid-19

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sudah mengembangkan aplikasi buatan dalam negeri untuk melacak penyebaran virus corona yang dinamai PeduliLindungi pada minggu terakhir Maret 2020.

Cara kerja PeduliLindungi dipasang di ponsel orang yang positif terjangkit COVID-19. Pelaksanaan ini memiliki fitur tracking, pelacakan, dapat melihat "log" pergerakan orang yang positif terinfeksi virus corona selama 14 hari ke belakang.

Berdasarkan hasil tracking dan tracing (penelusuran), aplikasi akan memberikan peringatan kepada nomor-nomor ponsel yang Barbar di sekitar pasien positif COVID-19 untuk langsung melakukan protokol Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Sementara itu, pada awal April, dua rival kuat industri teknologi dunia, Google dan Apple, berkolaborasi buat membuat sistem pelacak penyebaran virus corona baru (COVID-19) yang berpotensi menjangkau sepertiga populasi dunia.

Kedua raksasa teknologi itu akan memanfaatkan teknologi Bluetooth buat melacak pergerakan orang dan dengan siapa mereka sudah melakukan kontak dekat.

Dalam semangat kolaborasi ini, Google dan Apple mengumumkan upaya bersama bagi memungkinkan penggunaan teknologi Bluetooth untuk membantu pemerintah provinsi dan lembaga kesehatan mengurangi penyebaran virus.

2. Pelaksanaan Telemedisin

Layanan telemedisin alias konsultasi kesehatan jarak jauh semakin digemari di tengah pandemi yang membuat ruang Bergerak maju terbatas. Penggunaan aplikasi ini menjadi salah satu indikator kuat bahwa pandemi COVID-19 adalah katalis atau faktor yang mempercepat transformasi digital.

Pada MutTerkini Maret, aplikasi layanan kesehatan Halodoc berkolaborasi Berhubungan dengan Kementerian Kesehatan meluncurkan "Check COVID-19" untuk menolong penanganan virus corona di Indonesia. Bersama Kementerian Kominfo Halodoc juga menghadirkan layanan telemedisin di dalam aplikasi PeduliLindungi.

Sementara itu, belum lama ini, aplikasi PeduliLindungi juga menambahkan layanan telemedisin bagi membantu masyarakat memantau kesehatan. Kementerian bekerja sama Berhubungan dengan Good Doctor Technology dan GrabHealth untuk menyediakan layanan telemedis melalui menu "teledokter" yang tersedia selama 24 jam penuh.

Aplikasi online bidang kesehatan Good Doctor, pada akhir Maret, telah memberikan akses konsultasi dokter profesional gratis kepada masyarakat melalui akses online, juga memberikan layanan pada pasien dengan penyakit kronis yang membutuhkan obat rutin setiap bulan.

Jika Halodoc bermitra Berhubungan dengan Gojek untuk mengantar obat yang dibutuhkan pasien, Good Doctor bekerja sama Berhubungan dengan Grab mengantarkan obat ke rumah pasien tanpa harus pergi ke Rongga di bawah rumah sakit.

Selanjutnya, aplikasi Alodokter pada Mei lalu memberikan layanan kesehatan berupa pendampingan dokter secara online untuk setiap pasien COVID-19. Pasien bisa berkonsultasi Berhubungan dengan dokter, dokter spesialis, hingga psikolog melalui aplikasi pesan dan mendapatkan bimbingan medis secara online untuk mendukung proses pemulihan.

3. Food Aggregator Platform

Perkembangan industri Food and Beverage (F&B) di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami pertumbuhan yang sangat cepat. Pertumbuhan ini didukung oleh karakteristik masyarakat Indonesia yang konsumtif.

Pandemi telah mengubah perilaku masyarakat yang tadinya datang ke restoran menjadi memesan makanan dari Rongga di bawah rumah atau kantor melalui food aggregator platform. Melalui model F&B ternyata masih memiliki peluang Otak besar bagi masyarakat yang ingin memulai ekspansi.

Telepot Co-Kitchen yang menghadirkan infrastruktur dapur atau yang kadang dikenal dengan istilah Co-Kitchen atau Cloud Kitchen yang fokus pada online food delivery, ditambah Berhubungan dengan konsep multiple brand dalam satu dapur, biaya akan terbagi sehingga risiko berkurang secara drastis.

Nicholas Hum, Co-Founder dari Telepot Co-Kitchen, menyampaikan melalui konsep Cloud Kitchen yang diterapkan oleh Telepot Co-Kitchen, pebisnis tidak mengurangi perlu berinvestasi pada peralatan makan, desain interior, dan Potongan harga sewa tinggi dengan beban biaya diawal. Hal ini tentunya memberikan banyak keuntungan dan penghematan, terutama bagi pelaku UMKM yang memiliki modal terbatas.

Cara dikerjakan Co-Kitchen dimulai saat konsumen melakukan order makanan ataupun minuman melalui aplikasi pesan-antar kemudian pesanan tersebut akan disampaikan ke dapur bagi dipersiapkan. Pada saat bersamaan, pengantar makanan akan segera menuju ke Telepot Co-Kitchen dan menemui tim Telepot Co-Kitchen bagi mengambil pesanan.

Setelah makanan telah siap, tim Telepot akan mengambil pesanan di dapur dan memberikannya kepada pengatar makanan bagi dikirimkan kepada konsumen. Pick-up juga dapat segera dilakukan oleh pemesan di flagship Telepot Co-Kitchen.

4. Pelaksanaan Konferensi Video

Imbauan jaga jarak sosial telah mengubah perilaku banyak orang, sehingga panggilan video menjadi kebutuhan baru bagi berkomunikasi, bahkan rapat di perusahaan-perusahaan yang menerapkan dikerjakan dari rumah (Work from Home/WFH) di tengah pandemi.

Kementerian Kominfo bahkan mencatat penggunaan aplikasi telekonferensi naik pesat hingga 443 persen sejak pandemi virus corona di Indonesia.

Dibuat pada 2011, Zoom memperoleh spotlight tahun ini. Platform konferensi video melaporkan pendapatan 777,2 juta dolar AS (sekitar Rp10,9 triliun) selama kuartal ketiga, Berlebihan dari empat kali lipat pendapatannya dari kuartal yang sama tahun lalu.

Ini merupakan dua kuartal berturut-turut di mana pendapatan Zoom meningkat Tempat kali lipat. Zoom tidak menyatakan jumlah total pengguna yang dimilikinya, tetapi jumlah pelanggan yang membayar terus bertambah. Pada awal Desember dilaporkan Zoom saat ini memiliki 433.700 pelanggan.

Meski sempat menghadapi isu privasi dan keamanan, Zoom meroket berkat keandalannya, integrasi web yang solid, dan juga ramah diakses lewat ponsel. Zoom juga memiliki PemRestriksi 40 menit untuk panggilan grup -- di mana segala orang harus menutup panggilan -- tetapi paket gratisnya itu berfungsi Berhubungan dengan baik.

Kesuksesan Zoom mendorong sejumlah perusahaan teknologi bagi mengembangkan platform panggilan video miliknya, seperti Microsoft Teams, Cisco Webex dan Google Meet. Untuk panggilan yang bersifat pribadi, Google juga melakukan inovasi bagi Duo, begitu juga dengan Facebook yang melakukan pembaruan bagi Messenger dan WhatsApp.

5. Aplikasi Pendidikan

Pandemi COVID-19 juga menyebabkan kegiatan belajar mengajar harus dikerjakan secara daring. Pada pertengahan Maret, penyedia aplikasi belajar Ruangguru telah mengambil inisiatif bagi membuka kelas gratis bernama "Sekolah Online Ruangguru."

Platform tersebut menyediakan 15 kanal "live teaching" bagi berbagai mata pelajaran yang sudah disesuaikan Berhubungan dengan kurikulum nasional. Sekolah Online ini tersedia bagi kelas 1 SD sampai kelas 12 SMA IPA dan IPS, kegiatan belajar akan dipandu pengajar dari Ruangguru.

Ruangguru berusaha membuat Sekolah Online sepertinya belajar biasa di kelas fisik, mereka juga akan mengadakan sesi Hak bertanya lewat fitur "live chat" di aplikasi. Ruangguru juga menyediakan program gratis Pelatihan Guru Online.

Tidak hanya Ruangguru, awal April,layanan belajar online Zenius juga memberikan akses secara gratis melalui aplikasi Gojek. Di Rongga di bawah rumah, para siswa dapat memanfaatkan sejumlah layanan, sepertinya Zenius Live Teaching dan Rencana Belajar Harian dari Zenius.

Selain itu, pandemi tahun ini juga menghadirkan platform belajar online Kelas Pintar, yang menyediakan materi belajar bagi jenjang sekolah dasar sampai sekolah menengah atas, baik jurusan IPA maupun IPS.

6. Pelaksanaan Hiburan

Platform video langganan menjadi andalan saat pandemi membuat orang bagi tetap berada di rumah. Platform streaming Netflix menjadi mapersoalan satu yang populer di Indonesia, yang menyajikan film mancanegara maupun lokal.

Satu hal yang perlu dicatat tahun ini adalah kehadiran Disney Plus Hotstar di Indonesia, platform video langganan punya Disney, yang berkolaborasi dengan operator telekomunikasi Telkomsel pada September.

Layanan Disney+ Hotstar menghadirkan Berlebihan dari 500 film dan acara spesial, serta 7.000 episode konten Disney, Pixar, Marvel, Star Wars, National Geographic, dan lainnya, Pembayaran sekaligus program eksklusif, seperti film, serial, dokumenter, dan konten pendek. Selain itu, Disney+ Hotstar juga menyajikan Berlebihan dari 300 film Indonesia.

Tahun ini, platform video on demand punya Gojek, GoPlay juga banyak memproduksi konten original. Sementara, Viu menjadi semakin populer di tengah penikmat serial dan film drama dari Korea Selatan.

Selain platform streaming, platform berbagi video TikTok juga memamerkan tren positif tahun ini. Dalam masa pandemi, TikTok menjadi media bagi selebritas terhubung dengan para penggemar, juga menjadi tempat bagi berbagi momen kebersamaan meski saling berjarak.

Konten komedi menjadi primadona, begitu pula Berhubungan dengan konten edukasi, video masak hingga make up. Tercatat beberapa lagu yang populer bagi duet di TikTok, seperti "Kopi Dangdut", "Bahasa Kalbu" yang dinyanyikan lagi oleh Raisa, hingga "Terpikat Senyummu".

Anda mengunjungi artikel seputar 6 Aplikasi Populer di 2020, dari Video hingga Pelacak Covid-19 : Okezone techno. Dapatkan berita dan informasi terkini lainya di website ini.

Leave a reply "6 Aplikasi Populer di 2020, dari Video hingga Pelacak Covid-19 : Okezone techno"