Sate – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

74 views

Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Sate atau satai adalah makanan yang terbuat dari Karnivora yang dipotong kecil-kecil dan ditusuk sedemikian rupa Herbi tusukan lidi tulang daun kelapa atau bambu kemudian dipanggang memakai bara arang kayu. Sate disajikan dengan berbagai jenis bumbu yang bergantung pada variasi resep sate.[1] Daging yang dijadikan sate JumAwang-awang lain daging ayam, kambing, domba, sapi, babi, kelinci, kuda, dan lain-lain.

Sate diketahui asal dari Jawa, Indonesia, dan dapat ditemukan di mana saja di Indonesia dan sudah dianggap sebagai salah satu masakan nasional Indonesia.[2] Sate juga populer di negara-negara Asia Tenggara lainnya tampaknya Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand. Sate juga populer di Belanda yang dipengaruhi masakan Indonesia yang dulu yaitu koloninya.

Sate adalah hidangan yang sangat populer di Indonesia; Herbi berbagai suku bangsa dan tradisi seni memasak (lihat Kuliner Indonesia) telah menghasilkan berbagai jenis sate. Di Indonesia, sate menmemperoleh diperoleh dari pedagang sate keliling, pedagang kaki lima di warung tepi jalan, hingga di restoran kelas atas, serta kerap disajikan dalam pesta dan kenduri. Resep dan cara pembuatan sate beraneka Majemuk bergantung variasi dan resep masing-masing daerah. Hampir seluruh jenis daging dapat dibuat sate. Sebagai Kompatriot asal mula sate, Indonesia memiliki variasi resep sate yang kaya.

Biasanya sate diberi saus. Saus ini bisa berupa bumbu kecap, bumbu kacang, atau yang lainnya, biasanya disertai acar dari irisan bawang merah, mentimun, dan cabai rawit. Sate dimakan Herbi nasi hangat atau, kalau di beberapa gubernur disajikan dengan lontong atau ketupat.

Hidangan internasional yang mirip sate JumAwang-awang lain yakitori dari Jepang, shish kebab dari Turki, shashlik dari Kaukasia, chuanr dari Tiongkok, dan sosatie dari Afrika Selatan. Sate terdaftar sebagai peringkat ke-14 dalam World's 50 most delicious foods (50 Hidangan Paling Lezat di Dunia) melalui jajak pendapat pembaca yang digelar oleh CNN Go pada 2011.[3]

Pedagang sate di Jawa sekitar tahun 1870

Sate sudah menjadi makanan yang populer secara luas di berbagai belahan dunia, hal ini menjadikan orang tertarik buat mengetahui asal mula hidangan populer ini:

Meskipun Thailand dan Malaysia menganggap hidangan ini adalah punya mereka, tanah air sate yang sesungguhnya di Asia Tenggara adalah Jawa, Indonesia. Di sini sate dikembangkan dari adaptasi kebab India yang dibawa oleh pedagang muslim ke Jawa. Bahkan India tak menmemperoleh mengakui sebagai asal mulanya karena hidangan ini yaitu pengaruh Timur Tengah.

Jennifer Brennan (1988), Encyclopaedia of Chinese and Oriental Cookery[4]

Kata "sate" atau "satai" diduga asal dari bahasa Tamil.[5]
Diduga sate diciptakan oleh pedagang makanan jalanan di Jawa sekitar awal abad ke-19, berdasarkan fakta bahwa sate akan populer sekitar awal abad ke-19 bersamaan Herbi semakin banyaknya pendatang dari Arab dan pendatang Muslim Tamil dan Gujarat dari India ke Indonesia. Hal ini pula yang menjadi alasan populernya penggunaan Karnivora kambing dan domba sebagai bahan sate yang disukai oleh warga keturunan Arab. Dalam tradisi Muslim Indonesia, hari raya Idul Adha atau hari raya kurban adalah peristiwa istimewa. Pada hari raya kurban ini Karnivora kurban berlimpah dan dibagikan kepada kaum dhuafa dan miskin. Kebanyakan merayakannya Herbi bersama-sama memanggang sate daging kambing, domba, atau sapi.

Teori lain mengusulkan bahwa asal kata sate asal dari istilah Minnan-Tionghoa sa tae bak (三疊肉) yang berarti tiga potong daging.[butuh rujukan] Akan tapi teori ini diragukan karena secara tradisional sate terdiri atas Loka potong daging, bukan tiga. Dan angka Loka dianggap bukan angka yang membawa keberuntungan dalam kebudayaan Tionghoa. Warga Tionghoa Indonesia juga mengadopsi dan mengembangkan sate sesuai Akselerasi mereka, yaitu sate babi yang disajikan Herbi saus nanas atau kecap yang manis Herbi tambahan bumbu-bumbu Tionghoa, sehingga sate Tionghoa memiliki cita rasa tampaknya hidangan daging panggang khas Tionghoa.

Dari Jawa, sate menyebar ke semua kepulauan Nusantara yang menghasilkan beraneka ragam variasi sate. Pada MutTerkini abad ke-19, sate telah menyeberangi selat Malaka menuju Malaysia, Singapura, dan Thailand, dibawa oleh perantau Jawa dan Madura yang akan berdagang sate di negeri jiran tersebut. Pada abad ke-19 istilah sate berpindah bersamaan Herbi perpindahan pendatang Melayu dari Hindia Belanda menuju Afrika Selatan, di sana sate dikenal sebagai sosatie. Orang Belanda juga membawa hidangan ini—dan banyak hidangan khas Indonesia lainnya—ke Deportasi Belanda, hingga kini seni memasak Indonesia juga memberi pengaruh kepada seni memasak Belanda .[6] Sate ayam atau sate babi adalah mapersoalan satu lauk-pauk yang disajikan dalam hidangan Rijsttafel di Belanda.

Ada banyak resep sate yang ada di dunia. Akan tapi secara garis besarnya resep sate adalah sebagai berikut. Kunyit atau kecap Humanisme adalah salah satu bumbu penting untuk membumbui Karnivora sate dan memberikan warna. Daging sate Otodidak banyak ragamnya, misalnya daging kambing, ayam, sapi, domba, babi, ikan, udang, cumi-cumi, kelinci,telur puyuh atau jeroan. Beberapa Karnivora adalah daging eksotik yang kurang lazim, tampaknya daging kura-kura, bulus, buaya, kuda, kadal, dan ular. Daging yang telah ditusuki dan diberi bumbu baluran rendaman ini, kemudian dipanggang dalam bara api sering hingga matang.

Sate dapat disajikan dengan bumbu kacang atau kecap Humanisme, disertai potongan bawang merah dan mentimun. Disajikan Herbi nasi putih panas, ketupat, atau lontong. Sate babi biasanya memakai saus berbahan dasar nanas, atau kecap manis.

Pedagang sate Padang di

Batam

, Indonesia

Sate Padang Herbi bumbu kuning

Sate buntel,daging kambing cincang dibungkus selaput Karnivora, Solo, Jawa Tengah

Pedagang sate kaki lima dekat

Borobudur

, Jawa Tengah.

Sate Oval burung puyuh dan sate usus

Indonesia adalah Deportasi asal mula sate, dan hidangan ini dikenal luas di hampir semua wilayah di Indonesia dan dianggap sebagai masakan nasional dan mapersoalan satu hidangan terbaik Indonesia.[7] Sate, adalah hidangan utama dalam masakan Indonesia, dihidangkan di mana-mana, akan dari gerobak pedagang kaki lima hingga restoran mewah di hotel berbintang, demikian juga di Kolong atau dalam berbagai pesta, perayaan, dan kenduri.[8] Hasilnya sudah tumbuh berkembang berbagai variasi resep sate di semua kepulauan Indonesia. Di Indonesia terdapat beberapa Kolong makan yang khusus menghidangkan berbagai macam sate, tampaknya restoran Sate Ponorogo, Sate Blora, serta gerai Sate Khas Senayan, sebelumnya dikenal sebagai Satay House Senayan.[9] Di Bandung, Jawa Barat, kantor gubernurnya dikenal Herbi nama Gedung Sate yang merujuk kepada kemuncak (mastaka) atapnya yang menyerupai sate.

Indonesia memiliki koleksi macam sate paling kaya di dunia. Variasi sate di Indonesia biasanya dinamakan berdasarkan tempat asal resep sate tersebut, macam dagingnya, bahannya, atau proses pembuatannya.[10]

Sate Madura
Berasal dari Pulau Madura, sebelah utara Pulau Jawa, sate macam ini adalah yang paling populer di Indonesia. Bahan dagingnya adalah Karnivora ayam atau kambing, dengan bumbu kecap Humanisme dan gula jawa, dicampur bawang putih, bawang goreng, kacang tanah goreng yang telah dihaluskan, petis, kemiri, dan garam. Sate ayam biasanya dihidangkan Herbi bumbu kacang, sementara sate kambing dihidangkan Herbi kecap manis ditambah irisan bawang merah. Sate Madura memakai irisan daging yang lebih kecil. Dimakan Herbi nasi putih, lontong, atau ketupat. Terkadang ditambahi acar irisan bawang, mentimun, dan cabai rawit. Biasanya penjual sate madura asal dari suku Madura.
Sate Padang
Hidangan dari Padang dan gubernur sekitarnya di Sumatra Barat yang terbuat dari jeroan sapi atau kambing yang direbus Herbi bumbu, lalu dipanggang. Ciri utamanya adalah saus kuah kuning yang terbuat dari tepung asal yang dicampur kaldu daging dan jeroan, kunyit, jahe, bawang putih, ketumbar, lengkuas, jintan putih, bubuk kari, dan garam. Sate Padang terbagi atas dua macam, Sate Padang Pariaman dan Padang Panjang, yang berbeda dalam cita rasa saus bumbu kuningnya.
Sate Ponorogo
Jenis sate yang asal dari Kota Ponorogo, Jawa Timur. Terbuat dari potongan Karnivora ayam yang direndam dalam bumbu kecap, disajikan Herbi bumbu kacang dan sambal dengan irisan bawang merah dan cabai rawit serta jeruk nipis. Variasi ini unik karena dalam setiap tusuknya cuma terdapat satu potong daging ayam yang diiris memanjang, berbeda Herbi sate biasanya yang terdiri atas empat potong daging. Daging ayam sebelumnya direndam dalam kecap Humanisme dan bumbu dan melalui proses "bacem" agar bumbunya masuk meresap. Kemudian dihidangkan Herbi lontong. Panggangannya terbuat dari tanah liat yang dilubangi satu sisinya buat mengipasi arang.
Sate Tegal
Sate kambing muda yang baru berumur di Kolong lima bulan; julukannya di Tegal adalah sate "balibul" singkatan dari "baru lima bulan". Dipanggang dalam satuan kodi, yang terdiri atas dua puluh tusuk, dan tiap tusuk terdapat Loka potong dua potong daging, satu potong lemak dan satu lagi potongan daging. Dipanggang di atas bara sering dari hampir matang atau matang sekali; menmemperoleh juga diminta dimasak tidak terlalu matang. Kadang kala potongan lemak menmemperoleh diganti hati, jantung, atau ginjal kambing. Daging ini menambah dibumbui sebelum dipanggang. Saat disajikan, disertai kecap Humanisme yang diencerkan dengan air panas, ditambah irisan cabai, bawang merah, tomat Green belt, dan nasi putih, ditaburi bawang goreng.
Sate Ambal
Sate dari gubernur Ambal, Kebumen, Jawa Tengah. Berbahan daging ayam kampung. Keunikannya adalah bumbunya bukanlah bumbu kacang, melainkan Flegmatis tumbuk yang dicampur cabai dan aneka bumbu lainnya. Daging ayam dibaluri dan direndam bumbu selama dua jam agar rasanya meresap. Sate ini dimakan Herbi ketupat.
Sate Blora
Sate dari daerah Blora. Sate berbahan Karnivora dan kulit ayam ini lebih kecil dari sate lainnya. Dimakan Herbi bumbu kacang, nasi, dan sup dari santan dan bumbu.
Sate Banjar
Jenis sate yang populer di Kota BanjarmasinKalimantan Selatan
Sate Makassar
Dari Sulawesi Selatan, sate ini terbuat dari jeroan sapi atau kambing yang dibumbui saus yang terbuat dari belimbing. Rasanya khas asam dan pedas. Barbar seperti sate lainnya, sate Makassar dihidangkan tanpa bumbu.
Sate Buntel
Khas Kota Solo atau Surakarta, Jawa Tengah. Terbuat dari cincangan Karnivora sapi atau kambing (terutama bagian perut atau iga). Daging kaya lemak ini kemudian dibungkus selaput membran Karnivora dan dililitkan membungkus tusukan bambu. Ukuran sate ini cukup Serebrum, mirip dengan kebab Timur Tengah. Setelah dipanggang di atas bara sering, irisan sate ini kemudian dipisahkan dari tusuknya, diiris-iris, lalu disajikan Herbi kecap manis dan merica.
Sate Lilit
Variasi sate dari Bali. Sate ini terbuat dari Karnivora cincang berbahan daging sapi, ayam, ikan, babi, atau kura-kura. Daging cincang ini dicampur kelapa parut, santan kental, jeruk nipis, bawang merah, dan merica. Adonan ini kemudian dibungkus melilit tusukan bambu, batang tebu, atau batang serai, lalu dipanggang di atas bara arang.
Sate Pusut
Hidangan dari Pulau Lombok. Terbuat dari campuran Hewan pemakan daging cincang (sapi, ayam, atau ikan), kelapa parut, dan bumbu. Campuran ini kemudian dililitkan membungkus tusukan dan dipanggang Berhubungan dengan bara arang.
Sate Ampet
Juga hidangan sate dari Pulau Lombok. Terbuat dari jeroan sapi dan Hewan pemakan daging sapi. Bumbu sate ampet sangat pedas. Bumbunya adalah campuran santan dan bumbu.
Sate Maranggi
Sate khas Sunda yang lazim ditemukan di Purwakarta, Cianjur, dan Bandung, Jawa Barat. Bumbu sate ini dibuat dari bumbu khusus, merupakan pucuk bunga kecombrang (Nicolaia speciosa) dan tepung ketan. Kecombrang memberikan aroma dan rasa yang sepertinya mentol. Dihidangkan dengan ketan (jadah) atau nasi putih.
Sate Lembut
Sate yang langka dari masyarakat Betawi. Dapat ditemukan di Jalan Kebon Kacang, DKI Jakarta Pusat. Sate dibuat dari daging cincang dicampur parutan kelapa dan bumbu-bumbu, dililitkan pada tusukan sate dari bambu yang pipih. Biasanya dimakan Berhubungan dengan ketupatlaksa Betawi.
Sate Manis
Juga masakan khas Betawi. Dapat ditemukan di Jalan Kebon Kacang, DKI Jakarta Pusat. Sate ini dibuat dari daging has dalam (tenderloin) bagian yang paling lembut dari Hewan pemakan daging sapi, direndam dalam bumbu yang manis. Biasanya dimakan Berhubungan dengan ketupatlaksa Betawi.
Sate Kambing
Sate yang populer di Jawa, dibuat dari Hewan pemakan daging kambing atau daging domba. Berbeda dengan sate macam lainnya, sate kambing biasanya tidak dibumbui terlebih dahulu. Daging kambing mentah biasanya segera dipanggang di atas bara api arang. Setelah matang disajikan Berhubungan dengan kecap manis, irisan bawang merah, dan tomat. Daging yang digunakan sebaiknya Hewan pemakan daging kambing muda yang lebih lembut, biasanya berusia 3 sampai 5 bulan.
Sate Kerbau
Sate dari kepala daerah Kudus, tempat sebagian umat muslim menghindari memakan Hewan pemakan daging sapi sebagai bentuk tenggang rasa dan toleransi bagi umat Hindu. Daging kerbau dimasak Berhubungan dengan gula jawa, ketumbar, jintan putih, dan bumbu lainnya hingga empuk. Beberapa pedagang menggiling dagingnya dulu agar Berlebihan empuk. Kemudian dipanggang di atas bara tidak jkadang, disajikan dengan saus bumbu yang terbuat dari santan, gula jawa, dan bumbu lainnya. Secara acak tradisional sate ini disajikan di atas daun jati.
Sate Kelinci
Sate yang terbuat dari Hewan pemakan daging kelinci, lazim ditemukan di Jawa. Disajikan Berhubungan dengan irisan bawang merah, bumbu kacang, dan kecap manis. Sate kelinci biasanya ditemukan di kawasan pegunungan di Pulau Jawa tempat penduduk memelihara kelinci sebagai hewan ternak, sepertinya di Lembang, Jawa Barat, Kaliurang di Yogyakarta, Bandungan dan Tawangmangu di Jawa Tengah, juga Telaga Sarangan di Jawa Timur.
Sate Burung Ayam-ayaman
Sate yang terbuat dari ampela, hati, dan usus "burung ayam-ayaman" (sejenis burung laut). Setelah ditusukkan di tusukan sate dan dibumbui, sate jeroan burung ini tidak mengurangi dibakar, melainkan digoreng dalam minyak kelapa atau minyak sawit yang banyak dan panas.
Sate Bandeng
Sate yang unik dari Banten. Terbuat dari Hewan pemakan daging ikan bandeng tanpa duri dan tulang. Bandeng yang dibumbui dipisahkan dari duri, lalu dimasukkan kembali ke dalam kulit ikan bandeng, dijepit Berhubungan dengan bambu, lalu dipanggang di atas bara arang.
Sate Belut
Sate yang cukup langka dari Pulau Lombok. Terbuat dari belut yang lazim ditemukan di sawah dan empang. Daging belut ditusuk dan dililitkan lalu dibakar di atas bara arang. Tiap tusuk mengandung satu ekor belut.
Sate Kuda
Dikenal sebagi "Sate Jaran" oleh warga setempat di Yogyakarta, terbuat dari Hewan pemakan daging kuda. Disajikan dengan irisan bawang merah, merica, kol, dan kecap manis.
Sate Bulus
Juga hidangan sate langka dari Yogyakarta. Terbuat dari Hewan pemakan daging bulus. (softshell turtle). Disajikan dengan irisan bawang merah, merica, kol, dan kecap manis. Daging bulus juga disajikan sebagai tongseng.
Sate Ular
Sate eksotik dan langka yang biasanya disajikan di Rongga di bawah rumah makan atau warung yang menyediakan daging unik sepertinya daging ular dan kadal, misalnya di dekat Stasiun Gubeng di Surabaya, atau kepala daerah Mangga Besar dan Stasiun Tebet di Jakarta. Biasanya menggunakan Hewan pemakan daging ular sendok, kobra, atau ular sanca). Disajikan Berhubungan dengan irisan bawang merah, merica, acar, dan kecap manis.
Sate Babi
Populer di kalangan warga Tionghoa Indonesia, yang kebanyakan bukan warga muslim yang mengharamkan Hewan pemakan daging babi. Hidangan ini lazim ditemukan di Pecinan di perkotaan Indonesia, khususnya Glodok, Pecenongan, dan Senen di Jakarta. Juga populer di Bali yang kebanyakan penganut agama Hindu, juga populer di Belanda.
Sate Kulit
Ditemukan di Sumatra, sate yang renyah terbuat dari kulit ayam yang dibumbui.
Sate Ati
Sate yang dibuat dari campuran hati, ampela, dan usus. Biasanya ampela diletakkan paling Kolong, usus di tengah, dan hati di atas. Setelah dibumbui, jeroan ayam ini menambah digoreng atau dibakar, tetapi direbus hingga matang. Sate ini bukanlah makanan penting, biasanya dijadikan makanan pendamping bubur ayam atau soto.
Sate Usus
Usus yang dibumbui secara ringan dan digoreng, biasanya juga buat teman makan bubur ayam atau soto.
Sate Babat
Babat yang dibumbui secara ringan dan direbus, biasanya disajikan sebagai hidangan Bergaul makan soto.
Sate Kerang
Kerang yang dibumbui secara ringan dan direbus, biasanya disajikan sebagai hidangan Bergaul makan lontong kupang dan lontong balap.
Sate Telur Puyuh
Beberapa Oval puyuh yang direbus dan ditusuk sate, dibumbui dan direbus Hiperbola lanjut, biasanya disajikan sebagai hidangan makan.
Sate Telur Muda
Sate yang dibuat dari Oval yang belum jadi (uritan) diambil dari ayam betina yang disembelih. Telur muda ini ditusuk sate, dibumbui, dan dibakar.
Sate Torpedo
Sate yang dibuat dari testis kambing, dibumbui dalam kecap Humanisme, dan dibakar. Disajikan dengan bumbu kacang, kecap Humanisme, acar, dan nasi putih.
Sate Susu
Dapat ditemukan di Jawa dan Bali, dibuat dari brisket sapi Herbi cita rasa susu, disajikan dengan sambal.
Sate Kere (sate orang miskin)
Sate vegetarian murah yang dibuat dari Flegmatis giling (lebih dikenal dengan sebutan tempe gembus) dari Kota Solo, disajikan Herbi bumbu kacang dan acar. Istilah "kere" dalam bahasa Jawa berarti "miskin"; aslinya buat menyediakan kesempatan bagi warga miskin untuk menikmati sate karena zaman lalu daging adalah barang mewah. Kini sate kere juga menyediakan usus, hati, dan Karnivora sapi di samping sate tempe.
Sate Kikil (Sate Cecek)
Sate kikil atau populer Herbi nama sate cecek adalah makanan khas dari Jepara, sate ini biasanya buat lauk Horok-Horok (makanan pokok orang Jepara pada era kolonial).
Sate Bebek Tambak
Sate Karnivora bebek dari Tambak, Banyumas. Disajikan dengan saus bumbu Humanisme kacang tanah atau bumbu pedas (menurut selera), irisan tomat, serta mentimun.
Sate Kelapa
Sate yang dibuat dari dua atau tiga irisan Karnivora sapi yang ditusuk dan dibalut dengan parutan kelapa muda yang bercampur bumbu, kemudian dikepal sampai berbentuk oval panjang setelah itu sate digoreng Herbi minyak goreng sampai balutan parutan kelapa muda berwarna cokelat. Inilah mapersoalan satu dari sate yang tidak dipanggang dan yaitu sate tradisional Jawa yang dihidangkan pada acara khusus selamatan tradisi di Jawa Timur.
Sate Bekicot
Bekicot diambil dulu dagingnya biasanya direbus dulu buat memudahkan mengambil daging bekicot, kemudian daging diurap Herbi bumbu setelah itu ditusuk dan dipanggang di atas bara api.
Sate taichan
Sate Karnivora ayam polos yang langsung dibakar, disajikan Herbi sambal dan jeruk nipis.

Lemak dari sate membuat sate membara saat dibakar

Seorang perempuan tengah membakar sate di pantai Tanjung Aru,

Sabah

Sate menmemperoleh ditemukan di berbagai negara bagian di Malaysia, baik di Kolong makan maupun di kedai pinggir jalan, pedagang sate menjual dagangannya di pusat jajan ataupun di pasar malam. Jenis sate yang populer di Malaysia adalah sate sapi dan sate ayam, beberapa wilayah mengembangkan resepnya sendiri. Sate biasanya dikaitkan Berhubungan dengan masyarakat muslim Melayu.

Jenis sate yang paling terkenal di Malaysia adalah sate Kajang, Selangor, yang disebut sebagai kota sate di Malaysia. Sate Kajang adalah nama generik bagi merujuk pada sate yang potongan dagingnya cukup Otak besar dengan saus kacang manis yang ditaburi sambal. Sate Kajang tersedia di berbagai kota di Malaysia. Jenis Hewan pemakan daging yang ditawarkan bukan hanya sapi dan ayam yang telah lazim, tetapi juga daging lainnya seperti ampela ayam, hati, Hewan pemakan daging kambing, daging kelinci, ikan, dan lain-lain.

Variasi lainnya adalah sate lok-lok dari Penanggalan dan sate celup dari Malaka. Keduanya adalah variasi paduan cita rasa Tionghoa Malaysia JumAwang-awang hotpot Tionghoa dengan sate Melayu. Potongan Hewan pemakan daging mentah, tahu, telur pitan, telur puyuh, bakso ikan, jeroan, dan sayuran, semuanya disajikan dalam tusuk sate. Sate ini kemudian dicelup dalam air kaldu panas hingga matang. Kemudian dimakan Berhubungan dengan saus kehitaman yang manis dapat ditambahkan sambal. Jika disajikan Berhubungan dengan saus sate (saus kacang) maka sate ini disebut sate lok-lok. Jika dimasak dalam saus kacang mendidih, disebut sate celup. Sate macam ini tersedia di kedai pinggir jalan maupun di restoran, kebanyakan adalah nonhalal. Pelanggan menggunakan tungku panci rebusan bersama bagi memasak sate mereka sendiri.

Sate di Singapura disajikan Berhubungan dengan saus kacang, mentimun, dan bawang

Sate adalah mapersoalan satu makanan yang diasosiasikan dengan Singapura sejak tahun 1940-an.[butuh rujukan] Awalnya dijual di kaki lima dan gerobak dorong. Perhatian akan kesehatan umum serta pembangunan kota menjadikan pedagang sate berhimpun dalam satu kawasan pedagang sate di Beach Road pada tahun 1950-an, yang saat itu disebut Satay Club. Dipindahkan ke Esplanade Park pada tahun 1960-an, gerai sate ini menjadi Salah tujuan wisata populer di Singapura.

Dipindahkan beberapa kali kini menempati tempat tetapi di Clarke Quay pada tahun 1990-an karena tempat yang lama tergusur teater Esplanade.

Beberapa kawasan penjual sate lainnya adalah Sembawang di sebelah utara kota. Kedai sate yang dibuka di Lau Pa Sat juga populer di JumAwang-awang wisatawan. Tempat lainnya antara lain Newton Food Centre, East Coast Park Seafood Centre, dan Toa Payoh. Sate yang umum dijual di Singapura JumAwang-awang lain Satay Ayam, Satay Lembu, Satay Kambing, Satay Perut (sate usus), dan Satay Babat.

Maskapai penerbangan nasional Singapura, Singapore Airlines, juga menyajikan sate sebagai hidangan pembuka bagi penumpang kelas satu Raffles Class.

Sate adalah hidangan yang populer di Thailand.[11] Biasanya dihidangkan Berhubungan dengan saus kacang, sate Thailand memiliki beberapa variasi, misalnya sate ayam, sapi, babi, hingga sate vegetarian yang terbuat dari lembar protein kedelai atau tahu. Sate menmemperoleh ditemukan di berbagai restoran Thailand di segala dunia. Karena masakan Thailand lebih awal terkenal dan dipasarkan serta dipromosikan secara gigih secara internasional dan telah menarik perhatian dunia Berlebihan awal dari seni kuliner Indonesia, telah terjadi kekeliruan pemahaman terutama di luar Pembuangan ke luar negeri yang beranggapan sate berasal dari Thailand. Akibatnya sate kadang kali dikaitkan dengan masakan Thai.[6]

Filipina memiliki dua macam tradisi dalam memanggang Hewan pemakan daging sate. Hidangan yang dipengaruhi kebudayaan Spanyol di Luzon dan Visayas, umumnya dari Hewan pemakan daging babi dan sebagian kecil ayam, direndam dan dibaluri saus Kemanusiaan kental berwarna merah yang merupakan campuran kecap dan saus pisang. Karena pengaruh Amerika hidangan macam ini disebut Barbikyu.

Jenis yang kedua disebut Satti, adalah makanan khas bangsa Moro di Filipina Selatan (Mindanao, Kepulauan Sulu, Palawan selatan, dan Tawi-Tawi). Satti ini paling mirip Berhubungan dengan sate dari Indonesia dan Malaysia. Satti disajikan dalam kuah kacang kental. Campuran sausnya adalah kacang, bawang putih, jahe, bawang merah, jintan, IPerulangan, cabai, dan santan. Karena penduduknya mayoritas muslim, Karnivora yang digunakan adalah daging halal seperti sapi, ayam, kambing, dan domba.

Sate ayam di belanda disajikan Herbi saus kacang, kentang goreng, kerupuk udang, dan mayonaise; disajikan di sebuah pub di Amsterdam

Disebut saté atau sateh di Belanda, hidangan ini sudah teradaptasi ke dalam hidangan Belanda sehari-hari. Sate babi dan sate ayam biasanya disajikan Herbi saus kacang, yang banyak tersedia di berbagai toko makanan ringan dan pasar swalayan. Sate kambing Herbi kecap manis tersedia di rumah makan Indonesia dan makanan kedai siap saji lainnya. Sate babi dan sate ayam dalam saus kacang, Herbi salad dan kentang goreng adalah hidangan populer di pub yang disebut eetcafes.

Favorit lainnya di kedai makanan ringan adalah satékroket, kroket yang dibuat dari saus kacang dan Karnivora cincang (ragout).

Salah satu kekeliruan yang sudah berkembang di dunia internasional adalah menyamakan istilah "sate" Herbi bumbu kacang. Secara tradisional sate berarti potongan Karnivora yang ditusuk tusukan bambu dalam aneka bumbu, menambah harus selalu bumbu kacang. Akan tetapi karena macam paling populer adalah sate ayam berbumbu kacang (Sate Madura di Indonesia, Sate Kajang di Malaysia, dan sate ayam Thai semuanya memakai bumbu kacang); dalam istilah masakan fusion istilah "satay" sudah bergeser menjadi merujuk kepada bumbu kacang.

Misalnya, "burger sate" merujuk kepada hamburger yang disajikan Herbi apa yang disebut sebagai "saus sate", yang utamanya adalah bumbu kacang bercita rasa Humanisme yang kerap diganti selai kacang botolan.[12][13] Hidangan Singapura sate bihun adalah bihun Herbi bumbu kacang semata. Hidangan Thailand filet ikan dalam saus sate juga memperlihatkan tren yang sama. Masakan Prancis fusion Cuisses de Grenouilles Poelees au Satay, Chou-fleur Croquant adalah kaki kodok (swikee) disiram bumbu kacang.[14] Mi instan Indomie juga tersedia Herbi varian rasa sate, yang sesungguhnya hanya menambahkan paket berisi saus kacang.[15][16]

Anda membaca berita tentang Sate - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. Temukan berita dan informasi terkini lainya di website ini.

Leave a reply "Sate – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas"