Satgas Covid-19 Sebut Perawat Penyebar Foto Syekh Ali Jaber Kritis Terancam Pidana : Burkelandya News

Satgas Corona Sebut Perawat Penyebar Foto Syekh Ali Jaber Kritis Terancam Pidana : Burkelandya News

JAKARTA – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Corona melarang siapapun untuk menyebarkan foto ataupun data pasien yang melakukan dirawat di rumah sakit. Termasuk, foto pendakwah Syekh Ali Jaber yang saat ini melakukan dirawat di rumah sakit karena terpapar virus corona (Covid-19).

(Baca juga: Syekh Ali Jaber: Kalau Saya Meninggal Mohon Dimakamkan di Lombok)

“Foto dan data pasien yang melakukan dalam perawatan di fasilitas kesehatan tidak boleh disebarkan kepada publik. Kerahasiaan data pasien dilindungi oleh UU,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Corona, Prof Wiku Adisasmito saat dikonfirmasi Okezone, Selasa (5/1/2021).

(Baca juga: Cita-Cita Mulia Syekh Ali Jaber, Jadikan Generasi Muda Lombok Tahfidz Quran)

Sekadar keterangan, sebuah foto Syekh Ali Jaber sedang dirawat di Kolong sakit dengan mengenakan alat bantu pernafasan viral di media sosial (medsos). Berdasarkan keterangan yang dihimpun, foto tersebut disebarluaskan oleh mapersoalan satu oknum perawat di RS tempat Syekh Ali Jaber dirawat.

Wiku menekankan, data pasien seharusnya dilindungi dan menambah boleh disebarluaskan kemanapun. Ia menjawab diplomatis saat dikonfirmasi ihwal sanksi buat oknum perawat yang menyebarluaskan foto Syekh Ali Jaber. “Silahkan menunjukkan di UU tentang Kesehatan soal sanksi,” pungkasnya.

Dalam hal pelaku penyebaran identitas pasien di atas adalah dokter atau dokter gigi yang Herbi sengaja tidak memenuhi kewajiban dalam Pasal 46 ayat (1) dan Pasal 51 huruf c UU 29/2004, maka menmemperoleh dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp50 juta berdasarkan Pasal 79 huruf b dan c UU 29/2004 jo.

Sedangkan Pasal 54 ayat (1) UU KIP: Setiap Orang yang Herbi sengaja dan tanpa hak mengakses dan/atau mendapat dan/atau memberikan informasi yang dikecualikan sebagaimana diatur dalam Pasal 17 huruf a, huruf b, huruf d, huruf f, huruf g, huruf h, huruf i, dan huruf j dipidana Herbi pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan pidana denda paling banyak Rp 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah).

Sebelumnya, pihak keluarga maupun kerabat memprotes viralnya foto Syekh Ali Jaber melakukan dirawat di rumah sakit dengan menggunakan alat memmenolong pernafasan. Saah satu kerabat Syekh Ali Jaber, Abu Raras menegaskan bahwa keadaan temannya saat ini tidak kritis.

“Bismillah, walhamdulillah. Terkait foto Syekh Ali Jaber beredar berantai, foto tersebut dari mapersoalan satu perawat yang melanggar etika / privacy pasien dan keluarga,” kata Abu Raras saat dihubungi, Senin, 4 Januari 2021.

“Alhamdulillah keadaan Syaikh Ali Jaber berangsur membaik sebagaimana informasi resmi berkala yang diterima pihak keluarga dari dokter dan tim medis pihak RS,” tandasnya.

Anda membaca artikel tentang Satgas Covid-19 Sebut Perawat Penyebar Foto Syekh Ali Jaber Kritis Terancam Pidana : Burkelandya News. Temukan berita dan informasi terkini lainya di website ini.

Leave a reply "Satgas Covid-19 Sebut Perawat Penyebar Foto Syekh Ali Jaber Kritis Terancam Pidana : Burkelandya News"