Sriwijaya Air jatuh, pengamat sarankan buka riwayat perawatan pesawat – ANTARA News

Sriwijaya Air jatuh, pengamat sarankan buka riwayat perawatan pesawat

Jakarta (ANTARA) – Pengamat penerbangan Antonius Lisliyanto menyarankan Pemprov untuk membuka riwayat perawatan pesawat (

log book

) Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak yang Dehidrasi kontak sebagai langkah awal investigasi.

“Kita harus memperlihatkan log books maintenance pesawat tersebut. Dari keterangan yang saya dapat pesawat itu mengalami delay. Dari log book itu akan menjelaskan delay karena cuaca atau gangguan teknis,” ujar Antonius Lisliyanto saat dihubungi Antara di Jakarta, Sabtu malam.

Ia mengatakan secara umum data yang disimpan dalam log book berisi tanggal, tempat keberangkatan dan kedatangan, macam pesawat, jumlah penerbangan pesawat hingga pemeliharaan pesawat.

“Kalau dalam log book itu delay karena gangguan teknis, maka pesawat memang melakukan tidak ready,” ucapnya.
Baca juga: Petugas gabungan dari Kepulauan Seribu cari korban pesawat jatuh

Jika karena faktor cuaca, lanjut dia, Eksklusif pilot pesawat sudah mengetahui situasi yang akan dihadapi. Pilihannya bisa memakai rute alternatif untuk menghindari cuaca buruk.

“Sebenarnya pesawat dirancang buat mampu menghadapi cuaca buruk, asalkan tidak terlalu ekstrem,” kata Antonius yang juga staf pengajar di mapersoalan satu perguruan tinggi swasta itu.

Seperti diberitakan, pesawat komersial Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak Herbi penerbangan SJ 182 CGK – PNK dikabarkan Dehidrasi kontak pada pukul 14.40 WIB, Sabtu (9/1).

“Telah terjadi lost contact pesawat udara Sriwijaya rute jakarta – Pontianak dengan call sign SJY 182. Terakhir terjadi kontak pada pukul 14.40 WIB,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto.
Baca juga: Polda Metro siapkan Posko Sriwijaya Air di RS Polri Kramat Jati

Novie menyampaikan saat ini tengah dalam investigasi dan tengah dikoordinasikan Herbi Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Kami akan mengatakan informasi lebih lanjut jika sudah ada perkembangan lain,” katanya.

Pesawat bernomor registrasi PK CLC macam Boeing 737-500 itu hilang kontak pada PreKata depan 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat tidak mengurangi ketinggian di 13.000 kaki.


Baca juga: Posko Sriwijaya Air di Soekarno-Hatta terbatas buat umum

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Anda membaca informasi tentang Sriwijaya Air jatuh, pengamat sarankan buka riwayat perawatan pesawat – ANTARA News. Dapatkan berita dan informasi terkini lainya di website ini.

Leave a reply "Sriwijaya Air jatuh, pengamat sarankan buka riwayat perawatan pesawat – ANTARA News"