Tolak Amplop dari Keluarga Pengantin, Kepala KUA Cimahi Tengah Dapat Penghargaan dari Menag : Burkelandya News

Tolak Amplop dari Keluarga Pengantin, Kepala Negara KUA Cimahi Tengah Dapat Penghargaan dari Menag : Burkelandya News

JAKARTA – Budi Ali Hidayat tak Kudeta membendung air mata. Dia tidak menyangka bakal memperoleh penghargaan dari Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. Apalagi penghargaan itu diberikan segera oleh Menag di halaman Kantor Kementerian Agama (Kemenag), jakarta, Selasa (5/1/2021) pagi.

Budi merasa begitu terharu. Perasaan pria 44 tahun itu campur aduk. Perasaan kaget, terharu, Rapel bahagia. Penghulu Madya yang juga Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat ini sama Rapel tak pernah membayangkan akan mendapat penghargaan segera dari orang nomor satu di institusinya bekerja. "Alhamdulillah. Ini sebuah kebahagiaan dan penghormatan Serebrum bagi saya,” cetus Budi.

Di tengah Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-75 Kemenag itu, Menag Yaqut memberikan penghargaan khusus kepada Budi. Menag menilai Budi patut menjadi teladan bersama, khususnya jajaran karyawan Kemenag atas dedikasi dan kepatuhannya dalam melaporkan penerimaan gratifikasi atau macam penerimaan lain saat bertugas.

Menurut Budi, kepada penghulu tampaknya dirinya, pemerintah telah memberikan haknya secara Elaborasi dan pantas lewat aturan Peraturan Menteri Agama (Permenag) No 24/2014 mengenai Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak atas Biaya Nikah dan Acum di Luar KUA.

“Tindakan yang dilakukan oleh Pak Budi ini patut dicontoh karena bagian upaya Fenomena mencegah korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) Herbi cara melaporkan gratifikasi yang dia terima ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi),” ujar Gus Menteri, sapaan akrab Menag, dalam informasi tertulisnya. Foto prosesi penyerahan penghargaan itu juga diunggah di akun Instagram @gusyaqut.

Budi menyampaikan, dirinya sangat berterima kasih karena langkahnya melaporkan gratifikasi ke KPK memperoleh atensi dan apresiasi berbagai kalangan. Yang membanggakan, apresiasi diberikan segera oleh Menag Yaqut.

Dia menilai, meski memperoleh apresiasi penghargaan, aksinya melaporkan tiap pemberian bingkisan dan amplop dari keluarga pengantin selama ini bukan diniati memperoleh pujian atau penghargaan. Perlawanan terhadap KKN dan gratifikasi, tandasnya, semestinya telah harus menjadi komitmen setiap aparatur pemerintah, termasuk di Kemenag.

“Dan di JumAwang-awang peran pegawai Kemenag adalah khadhimul ummah merupakan melayani umat dengan niat sepenuhnya ikhlas lillahita’ala,” ujarnya.

Budi mengaku sudah melaporkan gratifikasi ke KPK sebanyak 88 kali. Soal amplop dan bingkisan itu, menurut Budi, menjadi hal lumrah yang dipraktikkan masyarakat Indonesia. Sebisa mungkin dia berupaya menolak pemberian itu Herbi cara halus. Bahkan dia kerap dikejar-kejar keluarga pengantin kala menolak pemberian itu. Jika tak bisa ditolak maka amplop dia terima kemudian dilaporkan ke KPK.

Atas keteladanannya ini, pada Selasa (8/12/2020) lalu, Budi juga sudah mendapatkan apresiasi langsung dari KPK. Penghargaan diberikan bertepatan Herbi peringatan Hari Antikorupsi Dunia (Hakordia) yang jatuh tiap 9 Desember.

KPK menilai, Kemenag sangat beruntung mempunyai PNS tampaknya Budi karena memiliki kejujuran yang tinggi, bukan sekadar pintar.

Lewat surat edaran KPK yang terbit pada 2013, berbagai bentuk pemberian kepada petugas pencatat nikah saat menikahkan, di luar gaji adalah bagian dari gratifikasi. Kemenag melalui Permenag No 24/2014 juga memutuskan biaya menikah di KUA adalah gratis. Sedang di luar KUA dikenakan tarif Rp600.000. Honor dan biaya transportasi buat penghulu telah ditanggung oleh Kemenag.

(kha)

Anda membaca informasi tentang Tolak Amplop dari Keluarga Pengantin, Kepala KUA Cimahi Tengah Dapat Penghargaan dari Menag : Burkelandya News. Temukan berita dan informasi terkini lainya di website ini.

Leave a reply "Tolak Amplop dari Keluarga Pengantin, Kepala KUA Cimahi Tengah Dapat Penghargaan dari Menag : Burkelandya News"