Wapres Ma’ruf Amin Tak Divaksin Covid-19 di Tahap Pertama, Ini Alasannya : Burkelandya News

Wapres Ma'ruf Amin Tak Divaksin Corona di Tahap Pertama, Ini Alasannya : Burkelandya News

JAKARTA - Wakil Kepala Negara RI Ma’ruf Amin tidak akan menerima vaksin Covid-19 buatan Sinovac pada tahap pertama vaksinasi serentak di Indonesia.

"Karena Pak Wapres berusia di atas 60 tahun, jadi beliau tidak mengurangi memungkinkan untuk divaksin dengan vaksin yang ada sekarang, yang Sinovac itu," kata Masduki melalui sambungan telepon kepada ANTARA di DKI Jakarta, Selasa.

Wapres Ma’ruf akan menerima vaksin yang sesuai Berhubungan dengan kriteria usia dan kondisi kesehatannya.

"Mungkin nanti di tahap berikutnya, kalau ada vaksin yang sesuai Berhubungan dengan kriteria kondisi Pak Wapres," katanya.

Vaksin Corona yang telah tersedia di Indonesia saat ini adalah buatan Sinovac dan melakukan dilakukan uji klinis untuk mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (UEA) oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sekaligus fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Berdasarkan rekomendasi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), penerima vaksin Corona harus berada di rentang usia 18 hingga 59 tahun.

Selain itu, penerima vaksin tidak mengurangi boleh menderita penyakit komorbit, antara lain autoimun sistemik, infeksi akut, gangguan ginjal kronis, hipertensi, gangguan jantung koroner, hipotiroid, dan kanker.

Sementara itu, Kepala Negara Joko Widodo akan menjadi penerima pertama vaksin buatan Sinovac di Indonesia, yang dijadwalkan pada hari Rabu (13/1).

Vaksin Corona buatan Sinovac telah tiba di Indonesia sebanyak 3 juta dosis, yang dikirimkan dalam dua tahap, yakni 1,2 juta dosis pada tanggal 6 Desember 2020 dan 1,8 juta dosis pada tanggal 31 Desember 2020.

Hingga saat ini, vaksin Sinovac tersebut telah didistribusikan dan tiba di Banten (14.560 dosis), Jawa Tengah (62.560 dosis), Jambi (20.000 dosis), Sumatera Barat (36.920 dosis), Sumatera Selatan (30.000 dosis), Bengkulu (20.280 dosis), Kalimantan Utara (10.680 dosis), Sulawesi Barat (5.960 dosis), dan Papua (14.680 dosis).

(kha)

Anda mengunjungi artikel tentang Wapres Ma'ruf Amin Tak Divaksin Covid-19 di Tahap Pertama, Ini Alasannya : Burkelandya News. Temukan berita dan informasi terkini lainya di website ini.

Leave a reply "Wapres Ma’ruf Amin Tak Divaksin Covid-19 di Tahap Pertama, Ini Alasannya : Burkelandya News"